Senin, 17 Oktober 2011

MASALAH & TEKNIK PEMECAHAN MASALAH



1. Pengertian Masalah
      Masalah adalah kesenjangan antara harapan dengan kenyataan, antara rencana dengan pelaksanaan. Masalah adalah penyimpangan (deviasi) dari standart atau dari apa yang dianggap normal. Masalah adalah hambatan yang dihadapi dalam mencapai tujuan.Terkait dengan wirausaha masalah pasti ada dan perlu dihadapi untuk mendapatkan pemecahan atau solusi. Pertanyaan sebenarnya adalah apakah masalah itu ?
“Kesulitan yang menggerakkan seseorang untuk memecahkannya, masalah harus dapat dirasakan sebagai tantangan (rintangan) yang harus diatasi atau dilalui. Masalah harus memiliki unsure yang menggerakkan kita untuk membahasnya. Masalah harus tampak penting, realistis dan ada gunanya untuk dipecahkan”. (Djarwanto,1989,57)
Salah satu tanggung jawab terpenting para wirausahawan adalah berusaha memecahkan masalah secara ilmiah dengan jalan mengumpulkan data-data, mengolahnya, dan menarik kesimpulan serta penganalisaan masalah tersebut. Ketrampilan yang diperoleh para wirausahawan akan menjadi bekal dalam pemecahan masalah kegiatan usaha.
Jika seorang wirausahawan meninjau lagi pemecahan masalah yang mungkin terkait di dalam daftar, maka beberapa pemecahan masalah itu dapat digabungkan, sedangkan pemecahan masalah yang lainnya dapat dikesampingkan. Beberapa criteria yang berguna jika seorang wirausahawan inngin mengevaluasi pemecahan masalah yang diusulkan :
a. Apakah pemecahan masalah itu dapat diterapkan dengan baik?
b. Apakah pemecahan masalah itu sudah logis?
c. Apakah persoalan-persoalan tambahan yang timbul dapat diselesaikan dengan baik?
Ciri-ciri permasalahan :
Beberapa alternatife pemecahan masalah menurut cara penerapan teori Dewey tentang berpikir positif, bahwa seorang wirausahawan hendaknya :
a.   Merasa bimbang, bingung dan kesulitan
b. Merumuskan masalah yang ingin dipecahkan untuk mengatasi kebimbangan di atas.
c.   Menguji hipotesis dengan mengumpulkan data factual sebagai usaha menemukan cara pemecahan masalah.
d.   Mengembangkan ide untuk memperoleh pemecahan yang terbaik melalui penalaran.
e.   Mengambil kesimpulan yang didukung oleh fakta yang valid.
    Identifikasi Masalah
               Dari definisi masalah di atas dapat diidentifikasi tentang cirri-ciri masalah :
a.       Adanya kesulitan yang harus dipecahkan
b.      Merupakan tantangan (rintangan) yang harus diatasi atau dilalui
c.       Memenuhi unsure yang menggerakkan untuk membahasnya
d.      Bersifat penting dan realistis
e.       Berguna untuk dipecahkan
      Masalah adalah kesenjangan antara harapan dengan kenyataan, antara rencana dengan pelaksanaan. Masalah adalah penyimpangan (deviasi) dari standart atau dari apa yang dianggap normal. Masalah adalah hambatan yang dihadapi dalam mencapai tujuan.
Beberapa criteria yang berguna jika seorang wirausahawan inngin mengevaluasi pemecahan masalah yang diusulkan :
a. Apakah pemecahan masalah itu dapat diterapkan dengan baik?
b. Apakah pemecahan masalah itu sudah logis?
c. Apakah persoalan-persoalan tambahan yang timbul dapat diselesaikan dengan baik?    


2. Tehnik Pemecahan Masalah dan Pembuatan Keputusan
 Adapun prosedur pemecahan masalah, dengan langkah langkahnya dilaksanakan dengan menggunakan metode ilmiah sebagai berikut:
a.   kenalilah persoalannya secara umum;
b.   rumuskan persoalan dengan tepat dan benar;
c.   identifikasikan persoalan utama yang ingin dipecahkan secara terkait;
d.   Tentukan fakta-fakta dan data-data penting yang berkaitan dengan masalah.
e.   Tentukan teori dan pendekatan pemecahan masalahnya
f.    Pertimbangkanlah pelbagai kemungkinan jalan keluar dari problem tersebut.
g.   Pilihlah jalan keluar yang dapat dilaksanakan dengan baik.
h.   Periksalah, apakah cara penyelesaian masalah tersebut sudah tepat.
Langkah berpikir secara ilmiah dapat dilakukan dengan langkah langkah yang sistematis, berorientasi pada tujuan, serta menggunakan metode tertentu untuk memecahkan masalah. Pada garis besarnya, pemikiran secara ilmiah dapat berlangsung di dalam memecahkan masalah dengan langkah-langkah sebagai berikut.
a.   Merumuskan tujuan, keinginan, dan kebutuhan, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain.
b.   Merumuskan permasalahan yang berhubungan dengan usaha untuk mencapai tujuan.
c.   Menghimpun informasi relevan yang berhubungan dengan masalah yang dipikirkan.
d.   Menghimpun fakta-fakta obyektif yang berhubungan dengan masalah yang dipikirkan.
e.   Mengolah fakta-fakta deengan pola berpikir tertentu, baik secara induktif maupun deduktif.
f.    Memilih alternatif yang dirasa paling tepat.
g.   Menguji alternatif itu dengan mempertimbangkan hukum sebab akibat.
h.   Menemukan dan meyakini gagasan.
i.    Mencetuskan gagasan itu, baik secara lisan maupun tulisan.

3. Jenis Masalah
a. Masalah Pribadi yaitu masalah yang terjadi atau dialami oleh individu yang bersangkutan.
b.  Masalah keluarga yaitu masalah yang tejadi dalam keluarga atau dilingkungan keluarga di rumah.
c.  Masalah Organisasi yaitu masalah yang terjadi dalam organisasi tertentu baik yang bergerak untuk mencari keuntungan maupun yang tidak mencari keuntungan,.
d.  Masalah masyarakat yaitu masal yang terjadi dalam masyarakat yang ditimbulkan oleh aktivitas masyarakkat itu sendiri.

4.      Sumber-sumber Informasi
a.       Persyaratan sumber-sumber informasi
Untuk dapat mengambil keputusan yang tepat membutuhkan sumber-sumber informasi yang lengkap, akurat dan dapat dipercaya.
b.      Macam-macam Informasi yang Diperlukan
c.       Informasi kuantitatif   : berisi masukan yang dapat dihitung, misalnya berat, jumlah, dan sebagainya
d.      Informasi Kualitatif    : berisi masukan nilai yang dapat dirasa, misalnya perubahan produk, mutu produk, kecepatan.
e.       Informasi control       : berisi masukan tentang pemberian petunjuk, misalnya apakah suatu perubahan variable produk, model dan desaign
f.       Informasi symbol        : misalnya petunjuk dalam rambu-rambu bisnis
g.      Ruang Lingkup Informasi yang diperlukan
h.      Informasi atas orang, termasuk juga informasi pokok yang dituntut: gaji dan upah karyawan
i.        Informasi atas keseluruhan investasi dan investasi per devisi : harta, kelompok dan sebagainya
j.        Informasi dalam operasi sehari-hari : penerimaan kas, pembayaran-pembayaran dalam usaha, neraca rugi dan laba sebenarnya
k.      Fakta dan angka untuk bisnis strategis yang memungkinkan wirausaha mengambil keputusan mengenai perluasan usaha: konstruksi, pabrik, produk, gudang, pemasaran
l.        Sumber-sumber Informasi yang Dibutuhkan Wirausahwan
m.    Hasil penelitian pasar
n.      kondisi ekonomi (daya beli masyarakat)
o.      Kedudukan perusahaan di pasar
p.      Kondisi sumber daya manusia
q.      Bagian keuangan
r.        Pengelompokan Sumber-sumber Informasi
1.      Sumber data primer:
a). Langsung dari para konsumen sendiri
b). Langsung dari para pedagang perantara
c). Langsung dari para penjual sendiri
2. Sumber informasi data skunder
a). Catatan intern perusahaan sendiri
b). Pemerintah
c). Catatan ektern Perusahaan
d). Biro statistic
e). perkumpulan dagang
f). KADIN
g). Media massa
F. Manfaat Sumber Informasi
1. Memilih dan membuat produk dengan lebih cepat dan lebih murah
2. memilih dan membuat produk yang bermutu
3. Memilih dan menentukan wilayah pemasaran yang menguntungkan
4. Memilih dan membuat desain yang baru atau kombinasi
5. Memilih dan membuat produk yang lebih baik dengan harga relative murah.
c. Rangkuman
            Salah satu tanggung jawab terpenting para Wirausahawan adalah berusaha memecahkan masalah secara ilmiah dalam bisnis. Para Wirausahawan hendaknya dapat menganalisis dengan  engumpulkan data-data, mengolahnya, menganalisis, menginterpretasi dan menarik kesimpulan dari penganalisisan tersebut. Pemecahan masalah itu merupakan kegiatan yang amat penting di dalam usaha atau bisnis. Keterampilan yang diperoleh para Wirausaha, akan menjadi bekal di
dalam pemecahan masalah dalam kegiatan usaha atau bisnis. Untuk dapat mengambil keputusan yang tepat, seorang Wirausaha sangat membutuhkan sumber-sumber informasi bisnis yang engkap dan akurat. Di samping harus lengkap, sumber-sumber informasi itu juga harus dapat dipercaya. Apabila sumber-sumber informasi itu datanya kurang lengkap, maka di dalam pengambilan keputusan dan kesimpulan, serta saran-saran yang akan dikemukakan  kemungkinan kurang sempurna. Dalam dunia bisnis dan teknologi, informasi-informasi merupakan landasan untuk mengamati bentuk dan usaha atau bisnis pada masa mendatang.


                                                                                PEMATERI: DIDEN IHSAN A AMD 

baca juga :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar